Waspada Terhadap Obat Palsu

medications-342445_640Vigilant Against Counterfeit Drugs

Sering kali kita dengar berita mengenai keberadaan obat palsu. Berita terbaru ini aku ambil dari Pos Kota tanggal 6 Nopember 2015. “Polisi menyita sejumlah bahan berbahaya yang dibuat untuk obat, label serta ribuan obat palsu salep kulit 88. Obat palsu dijual di berbagai toko kecil di kota-kota besar di Indonesia mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimatan, dan Sulawesi. Obat palsu itu dijualnya ke pasaran dengan harga sangat murah, yakni Rp3.000 per botol. Padahal salep asli harganya bisa mencapai Rp7.500.” Berita lainnya aku ambil dari merdeka.com pada 14 Juli 2015 “Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan menemukan dan menyita sejumlah obat palsu. Hasil operasi kita pada bulan Mei hingga Juni 2015, kita menemukan sejumlah obat palsu, seperti ATS, Ponstan, juga Codein 10 mg”.

Memang keberadaan obat palsu sulit untuk dihindari, Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organisation(WHO) memprediksi bahwa terdapat ±10% obat palsu yang beredar di dunia, untuk negara berkembang bahkan hingga ±25%. Oleh karena itu kita perlu waspada terhadap obat palsu, karena mengancam kesehatan manusia, untuk itu jangan gegabah membeli obat !

Apa itu obat palsu?

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan No. 1010/2008, definisi obat palsu adalah: “obat yang diproduksi oleh yang tidak berhak berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku atau produksi obat dengan penandaan yang meniru identitas obat lain yang telah memiliki izin edar”.

Apa saja macam obat palsu?

Obat yang disebut obat palsu bisa bermacam-macam, yaitu:

  • Obat atau obat tradisional yang tidak memiliki ijin edar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) tetapi beredar (dijual) di pasaran, termasuk obat yang diproduksi menjiplak produk lain secara ilegal
  •  Obat yang menggunakan nama dan kemasan yang meniru obat tertentu, misalnya obat A atau obat B, tetapi sebenarnya bukan obat A atau bukan obat B. Isi dari obat palsu ini hanya tepung atau tepung yang dicampur dengan zat berkhasiat yang jumlahnya kurang dari yang seharusnya. Contoh:
    • Obat Ponstan 500 mg. Di dalam obat ponstan 500 mg yang asli isinya adalah asam mefenamat sebanyak 500 mg, yang diproses mengikuti cara pembuatan obat yang baik.
    •  Bila seperti pada berita di atas bahwa ponstan 500 mg dipalsukan, maka obat palsunya mengandung sebagian tepung dan sebagian asam mefenamat yang jumlahnya tidak sampai 500 mg atau bahkan seluruh isinya tepung. Tampilan dan kemasan dibuat mirip sekali dengan obat asli tetapi sebenarnya proses pembuatan tidak mengikuti cara pembuatan obat yang baik. Sehingga tentu saja obat palsu ini kurang berkhasiat atau tidak berkhasiat.
  • Obat tradisional palsu yaitu obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat.

Apa saja bahayanya bila kita minum obat palsu?

Penyakit kita tidak sembuh atau bahkan bisa bertambah buruk. Untuk antibiotik hal ini lebih berbahaya karena berpotensi menimbulkan “resistensi” (kekebalan).

Bagaimana cara menghindari obat palsu?

Obat palsu memiliki tampilan yang sangat mirip dengan obat aslinya, sehingga sulit untuk membedakan. Untuk menghindari obat palsu sebaiknya belilah obat di apotek, bukan di tempat lain, penjelasannya bisa dibaca disini. Konsultasikan obat yang Anda beli dengan apoteker di apotek. Di samping itu bila Anda membeli obat dengan harga yang jauh lebih murah dari obat yang sama di tempat lain, Anda harus curiga apakah obat tersebut asli atau tidak.

Mudah-mudahan tulisan ini dapat membantu pembaca untuk waspada terhadap obat palsu. Salam Sahabat Sehat.