Jaminan Kesehatan Nasional

health illnessNational Health Insurance
Program Jaminan Kesehatan Nasional atau biasa disebut JKN merupakan upaya pemerintah untuk menjalankan amanah undang-undang no.40.tahun 2014 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional yang menyatakan bahwa “setiap orang berhak atas jaminan sosial untuk dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak dan meningkatkan martabatnya menuju terwujudnya masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur”. Salah satu jaminan sosial tersebut adalah Jaminan Kesehatan Nasional. Program ini sudah dimulai pada awal tahun 2014 yang lalu dengan target bahwa 5 tahun kemudian (2019) seluruh warga Indonesia sudah dicakup oleh JKN. Program yang ambisius namun mulia dan harus didukung oleh kita semua. Oleh karena itu mari kita mengenal JKN mulai dari prosedur pendaftaran, manfaat, serta kendala yang dihadapi program ini.

Apa itu Jaminan Kesehatan Nasional?
JKN sebenarnya merupakan asuransi kesehatan produk pemerintah. Sama seperti asuransi kesehatan pada umumnya maka manfaat bagi peserta JKN adalah bila kita jatuh sakit maka biaya berobat kita di fasilitas kesehatan seperti puskesmas, klinik dan rumah sakit akan ditanggung oleh JKN.

Siapa yang mengelola JKN?
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau biasa disebut BPJS ditunjuk oleh pemerintah untuk mengelola JKN

Siapa saja yang bisa menjadi peserta/anggota JKN?
Setiap warganegara Indonesia, tanpa batasan umur, dalam keadaan sehat atau sakit dapat menjadi peserta JKN

Sudah berapa jumlah peserta JKN?
Jumlah peserta JKN sampai dengan bulan Nopember 2015 sebanyak 154.695.263 orang, atau sekitar 60% dari jumlah penduduk Indonesia (reff. http://bpjs-kesehatan.go.id)

Bagaimana caranya menjadi peserta JKN?
Hampir sama seperti mendaftar asuransi kesehatan pada umumnya. Calon peserta datang ke kantor BPJS terdekat, mengisi form, memilih paket dan membayar premi (uang iuran) sesuai dengan tarif paket manfaat yang dipilih. Pendaftaran dapat dilakukan secara perorangan ataupun kolektif. Pendaftaran juga dapat dilakukan secara online melalui
http://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/index.php/pages/detail/2014/15/Pendaftaran-Peserta

Manfaat apa yang kita terima dengan menjadi peserta JKN dan berapa yang harus kita bayar?
Paket manfaat JKN ada 3, yaitu:

Tabel Premi dan Manfaat JKN (640x352)

Bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI)/Polisi RI sudah otomatis menjadi anggota BPJS karena biaya iuran sudah dibayar oleh pemerintah melalui potongan gaji setiap bulan. Bagi masyarakat yang masuk kategori tidak mampu, biaya premi menjadi tanggungan pemerintah. Walaupun demikian proses administrasi pendaftaran tetap harus dilakukan sehingga setiap anggota memperoleh kartu keanggotaan JKN.

Bila terlambat membayar premi maka akan ada sanksi. Informasi lebih lanjut mengenai hal ini dapat dibaca pada http://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/index.php/pages/detail/2014/13

Bila kita sakit, bagaimana prosedurnya agar kita dapat merasakan manfaat JKN?
Pada waktu Anda sakit datanglah ke puskesmas atau klinik terdekat. Jangan lupa membawa kartu kepesertaan BPJS dan kartu identitas diri. Biasanya pada waktu kita melakukan pendaftaran sebagai peserta JKN kita sudah diinfokan fasilitas kesehatan mana yang seharusnya kita datangi apabila kita sakit. Bila kita mengikuti informasi tersebut, maka kita dapat konsultasi dokter dan memperoleh obat-obatan tanpa dikenai biaya apapun lagi. Bila ternyata penyakit kita memerlukan penanganan yang tidak dapat diberikan oleh puskesmas ataupun klinik maka kita akan dirujuk ke rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS oleh puskesmas.

Tetapi bila dalam keadaan darurat, maka kita bisa langsung ke Unit Gawat Darurat (Emergency) rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS, tanpa harus melalui puskesmas/klinik. Jika kita perlu dirawat maka rumah sakit akan menempatkan kita sesuai dengan paket pelayanan yang kita daftarkan.

Apa saja permasalahan yang dirasakan oleh peserta JKN?
Biasanya keluhan yang disampaikan oleh peserta JKN adalah:
– Peserta yang berobat rawat jalan masih harus membayar biaya pemeriksaan laboratorium dan rontgen
– Pasien menerima resep obat yang seharusnya termasuk paket pelayanan (tidak perlu membayar) tetapi kadang obat tersebut tidak tersedia di rumah sakit/puskesmas, jadi pasien terpaksa membeli sendiri di luar (baca informasinya disini)
– Waktu tunggu yang agak lama untuk suatu pemeriksaan atau tindakan operasi
– Kalau rumah sakit yang ditunjuk sedang penuh, kadang pasien harus aktif mencari rumah sakit lain mana yang bekerja sama dengan BPJS yang bisa menerima, atau masuk ke dalam daftar tunggu.

Saya sudah punya asuransi kesehatan swasta, kenapa saya harus mendaftar jadi peserta JKN?
Walaupun Anda sudah dilindungi oleh asuransi kesehatan swasta, Anda seharusnya juga tetap mendaftar menjadi peserta JKN. Disamping itu asuransi kesehatan swasta tidak bisa menjamin anda seumur hidup, tapi JKN bisa, dan JKN memberikan perlindungan terhadap segala jenis penyakit sementara asuransi kesehatan swasta mempunyai limitasi perlindungan, seperti penyakit kritis, penyakit yang sudah pernah diderita sebelumnya, dlsb. Biaya iuran JKN juga jauh lebih murah. Dengan menjadi peserta JKN anda mendukung upaya peningkatan kesehatan nasional.

Mengapa kita harus mendukung program JKN dengan mendaftarkan diri menjadi peserta?
Program JKN merupakan program Pemerintah untuk mewujudkan keadilan sosial, dimana setiap warga negara Indonesia wajib untuk hidup sehat. Negara-negara maju pada umumnya sudah lama menerapkan JKN bagi masyarakatnya, misalnya Australia dengan program medicare yang pembayaran premi diintegrasikan langsung kedalam pajak perorangan, atau Korea dengan program The National Health Insurance Corporation dimana setiap orang wajib membayar premi baik secara sendiri maupun melalui perusahaan. Kalaupun sekarang pelaksanaan JKN masih kurang baik, kita harus optimis kedepannya akan semakin baik terus dan permasalahan-permasalahan seperti tersebut di atas bisa diminimalisir. Kalau warga Indonesia sehat, kita semua beruntung dan kalau bukan kita yang mendukung terus siapa lagi?! Salam Sahabat Sehat